Home » » Misi Menuju Jupiter

Misi Menuju Jupiter

Jurnalsecience - Beberapa dosen dan mahasiswa di Universitas yang berpartisipasi dalam program luar angkasa yang diberinama NASA's Juno Mission to Jupiter, di jadwalkan tanggal 5 Agustus ini akan berangkat melalui Florida Kennedy Space Center. Diharapkan dari program ini dapat membantu mengarahkan ilmuwan terhadap resep yang tepat membuat keputusan tentang Planet Gas
Tujuan utama dari misi ini adalah untuk memahami asal-usul dan evolusi planet gas besar, Kata Profesor Fran Bagenal Laboratorium Atmosfer dan Antariksa Fisika. Data yang didapat tidak hanya bisa mengungkapkan kondisi awal tata surya kita, tetapi juga membatu para ilmuan untuk memahami ratusan sistem planet baru yang baru ditemuka, kata nya.

Setelah matahari terbentuk , Jupiter mendapat mayoritas " Sisa " kata Juno (peneliti utama pada misi ini). Sejak Jupiter memiliki massa lebih besar dari semua planet lain dalam tata surya, para ilmuan percaya ini memegang kunci-kunci untuk memahami bagaimana planet terbentuk dan mengapa beberapa bebantuan dan lainnya kata Bagnal.

Setelah Juno mencapai orbit jupiter pada tahun 2016 setelah melakukan perjalanan 400 juta mil, pesawat ruang angkasa akan mengorbit kutup planet 33 kali, sekitar 300 km diatas puncak awan didaerah sabuk radiasi jupiter.
  
Begenal mengatakan para ilmuan terus menerus terkejut oleh data dari misi Galileo NASA yang tiba di planet ini pada 1995 yang membawa 16 instrument, termasuk dua yang dikembangkan oleh LASP CU-Boulder itu. Di antara penemuan lainnya, ilmuan Galileo mengindentifikasi struktur global dan dinamika aktivitas magnetik planet, mengkonfirmasi kehadiran awan amonia di atmosfir dan menemukan bahwa salah satu bulan bulannya eropa memiliki lautan global dibawah kerak tebal es.

Salah satu pernyataan terbesar yang tersisa dari misi Galileo beberapa air yang terdapat dalam atmosfer Jupiter " Bengal mengatakan" Jumlah air adalah kunci, karena air memainkan peranan besar dalam membentuk tata surya. Bengal in adalah seorang profesor di departemen ilmu astofisika dan planet.

kebanyakan kita tahu bahwa air menyerap glombang mikrom karena itulah yang terjadi di saat kita meletakkan secangkir teh dalam oven microwave. kata Bengal " kami akan menggunakan detektor microwave dan terbang di tasa awan jupiter melihat kebawah pada kedalaman awan yang berbeda untuk mengukur jumlah air.

Ini akan menjadi pertama kalinya seorang terbang di atas kutup Jupiter untuk melihat langsung di atas aurora.

"Harapan Terbesar saya adalah bahwa semua prediksi kita tentang Jupiter salah, dan bahwa kita menemukan sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa yang kita harapkan, Kata Bengal.
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

Sahabat yang budiman jangan lupa Setelah membaca untuk memberikan komentar.Jika Sobat Suka Akan Artikelnya Mohon Like Google +1 nya.
Komentar yang berbau sara,fornografi,menghina salah satu kelompok,suku dan agama serta yang bersifat SPAM dan LINK karena akan kami hapus.Terima Kasih Atas Pengertiannya

 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2012. Jurnal Secience - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Creative Commons License
Proudly powered by Blogger