Tampilkan postingan dengan label Energi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Energi. Tampilkan semua postingan

Penemuan Cyanobacteria Mendorong Kembali Penelitian Biofule

17 Desember 2011

(Credit: Bryant lab, Penn State)
JurnalSecience-Pada umumnya dibutuhkan waktu 44 tahun untuk membuat asumsi tentang bagaimana bakteri bisa menghasilkan Energi dan mensintesiskan. Penelitian baru baru ini membantah dan menyatakan pernyataan di atas tidaklah benar. Tim ilmuan yang di pimpin oleh Donald Bryant, Ernest C. Pollard merupakan profesor Bioteknologi di Jurusan Kimia dan Biokimia di Montana State University.  Hasil penelitian ini akan di terbitkan di Journal Science pada tanggal 16 Desember 2011, mereka mengharapkan dapat membantu para ilmuan menemukan cara baru untuk merekayasa genetik bakteri sehingga bisa menghasilkan biofule (senyawa yang kaya akan energi) yang bersumber dari sumber biologis. Banyak referensi yang mengambil fakta diperlukan 44 tahun, tetapi dengan ditemukannya cara baru kemungkinan akan bisa merevisi referensi tersebut.

Bryant menjelaskan bahwa, pada tahun 1967 dua kelompok peneliti menyimpulkan bahwa siklus energi yang sangat penting pada cyanobacteria adalah tidak lengkap. Bakteri fotosintetik yang dikenal sebelumnya adalah sebagai ganggang biru hijau. Siklus produksi energi yang dikenal sebagai asam trikarboksilat (TCA) atau siklus Krebs mencakup serangkaian reaksi kimia yang digunakan untuk proses metabolisme oleh sebagian besar bentuk makhluk hidup termasuk juga bakteri, jamur, protoza dan hewan. Serangkain reaksi kimia ini mengarah pada produksi ATP (Molekul yang berperan sebagi penyedia energi untuk metabolisme).

“Studi selama 44 tahun ini, para peneliti menyimpulkan bahwa hilangnya enzim cyanobacteria merupakan esensi dari jalur metabolisme yang ditemuakn dalam bentuk lain,”jelas Bryant. “ Mereka menjelaskan cynobacteria tidak memiliki kemampuan untuk membuat satu enzim (2-oxoglutarate dehidrogenase) dan bahwa enzim yang hilang ini mampu menghasilkan senyawa yang disebut suksinil koenzim A. Tidak ada reaksi tersebut di atas yang mengasumsikan untuk membuat organisme yang mampu mengkoordinasikan metabolisme untuk memproduksi energi, meskipun mereka masih bisa menggunakan siklus TCA untuk reaksi yang tersisa  segingga menghasilkan substrat untuk reaksi biosintesis. Tim mengatakan ternyata peneliti sebelumnya tidak cukup jeli untuk melihat ini semua jadi perlu banyak studi lebih lanjut.

“Satu ide kami adalah bahwa hipotesis 1967 tidak pernah dikoreksi karena penjelasan metode genom moderen yang patut disalahkan,” kata Bryant. “Algoritma komputer yang digunakan untuk mencari string dari kode genetik untuk mengidentifikasi gen. Kadang kadang Pentingnya gen dapat luput oleh karena kesalahan pencocokan, yang terjadi ketika gen sangat mirip tetapi memiliki fungsi yang sangat berbeda. Jadi, jika peneliti menggunakan metode biokimia untuk memvalidasi komputer untuk mengidentifikasi fungsi gen tentunya mereka tidak akan membuat kesimpulan yang prematur.

Untuk menguji kembali hipotesis tahun 1967, tim menganalisis menggunakan analisi biokimia dan genetik baru pada cyanobacterium yang juga disebut Synechococcus sp. PCC 7002 menjelajahi genom untuk mengetaui gen yang mungkin berperan untuk membuat energi alternatif (Siklus Enzim) para ilmuan menemukan bahwa Synechococcus memiliki gen yang satu kode yang penting untuk enzim alternatif. dehidrogenase suksinat dan semialdehyde terletak saling berdampingan ini adalah salah dalam mengartikan kemudia tim menunjukkan untuk mengkodekan enzim noval, 2-okso-glutarate dekarboksilase.

“Ternyata, menurut temuan dua enzim ini bekerjasama untuk menyelesaikan siklus TCA dengan cara yang sedikit berbeda.” Kata Bryant.” Artinya daripada membuat 2-oxoglutarate dehidrogenase, bakteri ini memproduksi kedua dekarboksilase 2-oxoglutarate dan suksinat dehidrogenase semialdehyde Kombinasi dari enzim memungkinkan organisme ini untuk pindah ke organisme menengah berikutnya (Suksinat - dan untuk melengkapi siklus TCA). "Bryant juga mengatakan bahwa timnya menemukan bahwa gen yang mengkode untuk dua enzim yang hadir di semua genom cyanobacterial kecuali yang dari beberapa spesies laut. Yang Bryant co-penulis di atas kertas Sains adalah Shuyi Zhang, seorang mahasiswa pascasarjana di Departemen Biokimia dan Biologi Molekuler di Penn State.

Beyant berharap bisa menggunakan hasil temuan temuan ini untuk menyelidiki cara cara baru untuk memproduksi biofule. “Sekarang kita bisa mengerti lebih baik tentang bagaimana cyanobacterial untuk mensintesis 1,3 batanadiol (senyawa organik sebgaia prekursor untuk bukan hanya membuat biofule, tetapi juga plastik), “ kata Bryant.

Bryant juga mengatakan bahwa penemuan timnya tentang cyanobacteria menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan merupakan proses yang terus berkembang, dan bahwa sebagai keputusan yang pasti tidak boleh diambil dari studi dengan hasil negatif.

"Sayangnya, kesimpulan bahwa cyanobacteria memiliki siklus TCA tidak lengkap ditulis dalam banyak buku teks sebagai fakta, hanya karena tim penelitian pada tahun 1967 disalahtafsirkan kegagalan mereka untuk menemukan enzim tertentu," kata Bryant. "Tapi dalam ilmu tidak pernah benar-benar berakhir selalu ada sesuatu yang baru untuk ditemukan.."

Penelitian ini didukung :Air Force Office of Scientific Research and the Genomic Science Program of the U.S. Department of Energy


(Sumber referensi: The Tricarboxylic Acid Cycle in Cyanobacteria, ditulis oleh : S. Zhang, D. A. Bryant)
Continue Reading | komentar (16)

Inggris Berikan Persetujuan Sementara Kepada Prancis dan AS untuk Rencana Pembangunan Pembangkit Nuklir

16 Desember 2011

JurnalSecience – Pemerintah inggris telah memberikan persetujuan sementara untuk mendesain dua reaktor nuklir yang disusulkan oleh dua persusahaan Prancis EDF fan Areva serta Perusahaan As Westinghouse.
Dinas yang menangani masalah Nuklir dan lingkungan hidup Inggris mengatakan meraka puas dengan desainer dari kedua EDF dan Arevas Inggris EPR dan AP1000 reaktor Westinghouse, mereka juga berencana untuk menyelesaikan sejumlah masalah yang tersisa.
“Tidak ada reaktor yang dapat dibangun di Inggris sampai malasalah ini diselesaikan” kata pemerintah.
Perusahaan harus secara detil merencanakan dan sesuai dengan langkah-langkah keamanan yang diperketat oleh pemerintah sejak tragedi Fukushima di Jepang.
Allars Kevin (dari Dinas Tenaga Nuklir)  mengatakan “Kami telah mencapai tonggak penting”.”ini penerimaan sementara yang menegaskan bahwa semua rencana tetang bagaimana isu industri yang beredar di sini termasuk bagaimana mereka akan menanganinya  itu yang akan menjadi laporan kepada inspektur kepala Nuklir, dah telah di terbitkan pada bulan Oktober.
Kevin juga menambahkan “ Para desainer sudah bisa memuaskan kita, bahwa  mereka telah menyelesaikan masalah ini dan kami tidak akan membiarkan desainer untuk membangun sampai mereka melakukannya.
EDF ingin membangun dua reaktro di Point Hinkley di Somerst, sebelah barat daya inggris. Reaktor pertama akan beroperasi pada akhir tahun 2018 atau awal 2019 dan yang kedua pada tahun 2020 sesuai dengan rencana perusahaan.
Inggris sendiri sudah memiliki 10 Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dengan 19 reaktor yang menghasilkan hampir seperlima dari jumlah listrik di inggris.
Tidak seperti Jeman dan Italia yang memutuskan untuk meninggalkan tenaga nuklir setelah tragedi Fukushima, Pemerintah inggris melalui Perdana Mentri Mereka Davit Cameron mendorong kemajuan Tenaga Nuklir tetapi mengandopsi sistem perlindungan yang lebih ketat dari yang ada di Fukushima.
Continue Reading | komentar

Efisiensi Energy- Perbaiki Orang Bukan Hanya Bangunan

12 Desember 2011

Jurnalscience – Efisiensi energi kata yang tak jarang kita dengar di gaungkan oleh banyak orang melalui berbagai media baik cetak maupun elektronik. Utilitas listrik yang dioperasikan di tuntut untuk melakukan model bisnis rarified, di semua aspek uilitas listrik harus mengefisiensikan energi mereka. Tidakkah kita semua berfikir apakah itu Optimal? Dimana apa yang terjadi sebaliknya para pelanggan dengan sewenang-wenang mengguakan energi ini adalah sesuatu yang sangat ironis. 






Kini para utulitas harus berfikir keras untuk mencarikan cara agar para pelanggan mereka untuk menahan penggunaan energi listrik. Suatu pekerjaan yang tidak mudah membujuk orang untuk menghentikan menggunakan energi listrik sebanyak yang mereka suka. Tetapi dengan Pola memperbaiki Orang itu terasa lebih baik jika hanya memperbaiki Pola efisiensi bangunan setidaknya jika satu satu orang/rumah bisa menghemat 10 watt saja jika kita kali 100 rumah berarti sudah bisa menghemat 10.000 watt nah suatu hal yang tidak mustahil untuk kita lakukan. 

Lisa, seorang ekonom yang berbasis di Colorado. Jika industri energi terus menjual efisiensi energi sebagai yang baik untuk utilitas, baik untuk lingkungan, baik bagi pemerintah, hanya akan mencapai audiens yang sangat sempit.
Tetapi tak jarang banyak orang yang hanya menyoroti pada utilitas penyedia energi itu, sekarang para utillitas tidak seharusnya hanya terfokus pada itu saja dan apa yang mereka mau.tapi bagaimana Anda melakukan itu? Jane Hummer Navigant Consulting menunjukkan bagaimana menganalisis komentar audien secar online untuk mendapatkan apa yang benar benar mereka pikirkan “bentuk kelompok yang benar benar fokus menyoroti itu” katanya.

Kadang-kadang mencapai efisiensi energi yang lebih baik adalah hanya cara menjelaskan  masalah kepada orang apa yang harus mereka lakukan – dengan cara yang baik, bahasa yang jelas. Alan Meier, dari Lawrence Berkeley National Laboratory, menganalisis apa yang dia sebut "label rakyat," petunjuk tentang cara untuk mengoperasikan peralatan pencahayaan dan, kadang-kadang disediakan oleh produsen dan lain kali menulis dengan baik oleh penghuni bangunan yang berarti mencoba menjelaskan lampu. Apa yang telah ditemukan adalah massa kebingungan. "Kita harus datang dengan beberapa standarisasi segera," katanya.

Apakah para ilmuwan perilaku sukses di dunia di mana konsumen jarang berpikir tentang listrik? Mereka optimis. Titik tertentu untuk penurunan merokok sebagai analogi, itu kebetulan bahwa merokok turun 20 persen 1998-2005. Para ilmuwan perilaku sedang bekerja dan terus bekerja.

Sebagai Wujud dungunagn kita terhadap Efisiensi Energi mari kita memulai merobah pola penggunaan energi listrik kita dirumah atau di kantor agar bisa terwujud efisiensi energi yang optimal.
Continue Reading | komentar

Indonesia Agresif Kembangkan Industri Panas Bumi

06 Desember 2011

JurnalSecience – Indonesia bergerak sangat agrsif untuk membangun industri panas bumi dengan rencana menambah sebanyak 9.000 MW dari kapasitas terpasang pada tahun 2025. Namun, pengamat industri mengatakan pemerintah Indonesia harus berbuat lebih banyak untuk menarik investasi asing jika ingin mencapai target itu.
“Para tender di luar sana, mereka hanya perlu investor untuk datang,” kata Paul Brophy, Presiden dan chiefexecitive GES konsultas panas bumi (Geothermal), yang bekerjasama sengan pemerintah Indonesia untuk membantu meningkatkan investasi asing dan mengembangkan industri Panas Bumi. "Sejauh ini, sekitar 20 sampai 30 konsesi telah dikeluarkan sehingga masih ada banyak ruang untuk perusahaan baru untuk datang dan mengembangkan sumber daya."
Pengamat industri mengatakan Indonesia, dengan jumlah gunung berapi aktif tertinggi di dunia, memiliki potensi panas bumi terbesar di Ring disebut daerah vulkanik Api. Beberapa negara yang termasuk dalam ring itu adlah Selandia Baru, Filipina, Jepang dan bagian Timur Rusia. Dari semua negara-negara, Indonesia, Filipina dan Jepang memiliki potensi pengembangan terkuat, pengamat mengatakan.
Namun, Indonesia memiliki lebih vulkanik "hot spot" (beberapa 265) dan skema pembangunan yang lebih agresif dari negara lain. Pengembang menggunakan hot spot untuk mengebor lubang yang dapat menghasilkan uap dari energi vulkanik. Sejauh ini, Chevron adalah pengembang asing terkemuka di sektor ini tetapi yang lain termasuk konglomerat India Tata industri, Shell, Kanada Raser Technologies dan Origin Energy Australia juga mencari untuk mendirikan pabrik panas bumi.

Tantangan Investasi
Brophy mengatakan batu sandungan terbesar di jalan ke mimpi pembangunan Indonesia adalah kurangnya investasi asing karena pemerintah tidak ingin membiayai 9.000 MW membangun-up, diperkirakan biaya $ 30 miliar, sendiri.
Untuk melakukan hal ini, pemerintah baru ini mengeluarkan sebuah undang-undang yang akan memungkinkan pengembang asing untuk mengejar proyek-proyek mereka sendiri asalkan pemain Indonesia menerima lima persen saham di dalamnya. Untuk memenuhi persyaratan ini, pengembang internasional harus menyiapkan konsorsium yang mencakup setidaknya satu perusahaan Indonesia, Brophy menjelaskan, menambahkan bahwa ia berpikir bahwa hukum akan meningkatkan investasi. Hal ini karena sebelumnya, perusahaan asing sebagian besar dibatasi untuk bermitra dengan Pertamina energi negara kelompok jika mereka ingin membangun sebuah proyek panas bumi di Indonesia.

"Mereka tidak perlu bermitra dengan Peternina lagi. Mereka bisa pergi pada mereka sendiri asalkan pemain Indonesia memiliki setidaknya lima persen ekuitas dalam proyek," tambah seorang pengamat industri.
Jennifer Derstine, seorang analis energi terbarukan di US Department misi perdagangan internasional Perdagangan, setuju bahwa pemerintah bekerja untuk menarik lebih banyak pemain internasional. Dia menambahkan bahwa ketika departemen perdagangan meluncurkan misi perdagangan panas bumi dua tahun lalu, kerangka investasi melarang perusahaan asing dari mengejar proyek panas bumi kecil mereka sendiri. Namun, yang sekarang diperbolehkan dan diharapkan untuk meningkatkan minat dari AS dan perusahaan asing lainnya untuk menggelar proyek-proyek.
"Hukum sudah memesan izin pembangunan lebih kecil ukuran tanaman panas bumi di bawah 10 MW untuk perusahaan Indonesia. Sekarang, pasar terbuka untuk pengembang panas bumi AS dan investor," kata Derstine.

"Tidak kompetitif" Tarif”
Namun, bergema pandangan lain, ia mengatakan tarif masih terlalu rendah untuk membuat proyek panas bumi yang kompetitif. Brophy mengatakan Jakarta juga bekerja untuk mengatasi masalah ini. PLN baru-baru ini mendirikan sebuah feed-in tarif US $ 0,097 per kilowatt-jam (kWh) untuk tanaman panas bumi, namun wilayah ini wiling untuk menegosiasikan harga yang lebih tinggi untuk proyek-proyek yang terletak jauh dari jaringan listrik. Namun, beberapa investor khawatir tentang apakah utang PLN akhirnya akan mampu membayar harga-harga sebagai kas negara yang sudah terbebani dengan subsidi yang tinggi untuk sektor energi, pengamat mengatakan.
Karena membangun pembangkit panas bumi mahal, dengan kapasitas utama yang dapat diekstraksi dari mereka, pasti, pengembang sedang mencari tarif tertinggi dan jaminan bahwa proyek akan menguntungkan sebelum melompat ke pasar. Brophy menambahkan bahwa pemerintah menyadari bahwa tarif harus lebih kompetitif dan bahwa kemungkinan untuk mengalihkan beberapa subsidi listrik tradisional menjadi energi terbarukan untuk mengembangkan ruang panas bumi serta teknologi hijau lainnya.
Tarif Indonesia lebih rendah daripada di Amerika Serikat di mana pengembang dibayar $ 0,10 $ 0,12 per kWh. Biaya pengembangan jauh lebih rendah di Indonesia, bagaimanapun, kata Brophy.
Jika semua berjalan dengan baik - dan pembatasan resesi berkepanjangan dan lebih global - Brophy berharap Indonesia akan mampu menarik cukup uang asing untuk memenuhi target 2025 panas bumi, yang akhirnya bisa membuat negara produsen terbesar di dunia tenaga panas bumi. Tapi itu akan perlu untuk mengawasi saingan seperti Filipina dan Jepang. Yang pertama adalah mencari untuk menginstal 3.000 MW pada tahun 2020, naik dari 1,95 MW sekarang. Dan ketika bergerak untuk diversifikasi matriks energi menyusul bencana terakhir nuklirnya, Jepang juga bisa rancangan rencana ambisius untuk mengembangkan "besar" nya sumber daya panas bumi, Derstine menambahkan.
Untuk saat ini, mata tertuju pada Indonesia sebagai pemimpin potensial dalam energi panas bumi asalkan bisa mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk memenuhi target ambisius pembangunan.
Continue Reading | komentar

AREVA turbin angin lepas pantai dengan platform M5000-135

04 Desember 2011

Jurnal Secience - AREVA Angin bangga meluncurkan produk terbaru perpanjangan dari platform produk M5000 nya: M5000-135. Para M5000-135 terbukti meningkatkan teknologi baru M5000 dengan 135m-rotor. Desain dari, turbin M5000 yang secara khusus dirancang untuk kondisi luar negeri, adalah solusi berkendara hibrida  yang unik menggabungkan terbaik di kelas standar kualitas dan layanan lepas pantai yang unik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Manajer Umum  AREVA Wind Jean Huby menjelaskan: "Menurunkan biaya energi dalam kaitannya dengan output energi angin lepas pantai sangat penting bagi industri Dengan memperkenalkan M5000-135 dan perbaikan kinerja nya, AREVA adalah membuat kontribusi besar untuk membuat energi angin lepas pantai lebih. kompetitif. "
Keandalan tinggi dan ketersediaan M5000 telah ditampilkan, terutama pada situs percontohan Ventus alfa di Laut Utara lepas pantai Jerman. Diameter rotor baru 135m, dikombinasikan dengan desain lampu dan nacelle ditingkatkan, mengurangi biaya energi, sementara memaksimalkan pendapatan pelanggan.
Tambahan perbaikan, seperti servis yang lebih baik melalui pemantauan kondisi di atas mesin built-in redudansi sistem, memberikan manfaat lebih kepada pelanggan dalam bentuk peningkatan kehandalan dan masa pakai peralatan.
Dengan 66 juta-lama lepas pantai yang fleksibel pisau-10m panjang dari M5000-116-daerah menyapu M5000 akan meningkat sebesar 35% menjadi 14.326 m ". Lampu desain nacelle baru, disesuaikan dengan kondisi laut yang keras, menawarkan pekerjaan pemeliharaan disederhanakan dan kesehatan dioptimalkan dan keamanan.
Dengan peningkatan di atas platform terbukti dan dapat diandalkan, dengan M5000-135 adalah campuran kinerja tinggi dan risiko berkurang, menjadikannya pilihan yang jelas untuk gelombang berikutnya instalasi di pasar angin lepas pantai Eropa 42GW. Para M5000-135 juga akan memberikan energi secara signifikan lebih tinggi pada kecepatan angin rendah situs, sementara sisanya pasangan yang ideal untuk kondisi keras situs kecepatan angin tinggi.
Platform M5000 merupakan bagian dari penawaran angin menarik lepas pantai AREVA itu, menyatukan solusi logistik yang unik yang menyederhanakan antarmuka pelanggan; berkualitas tinggi standar, seperti pendekatan beban satu-of-a-kind penuh AREVA itu pengujian; dan menawarkan layanan tailor-made. Manufaktur Serial dari M5000-135 diharapkan pada semester kedua 2014.
Continue Reading | komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2012. Jurnal Secience - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Creative Commons License
Proudly powered by Blogger