Tampilkan postingan dengan label robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label robot. Tampilkan semua postingan

Ajang Kontes Robot di Politeknik Negeri Batam

22 Januari 2012

Jurnalsecience – Sebuah ajang kompetisi Robot akan digelar di Politeknik batam yang sedianya akan diselenggarakan pada tanggal 18 februari 2012. Ajang kompetisi robot kali ini mengambil Tema “Dengan Makna Agar Melalui Kontes Ini, Para Peserta Yaitu Siswa-Siswi Slta Sederajat Se-Kepulauan Riau Akan Semakin Memupuk Rasa Persahabatan Sebagai Saudara Satu Bangsa” dan Acara ini sendiri bernama Polibatam Robotic Contest (PRC) 2012.


Politekni Negeri Batam Merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang terletak di kepulauan Riau. Sebagai mahasiswa yang mana salah satu wujud pengabdian kepada masyarakat yang mana dalam hal ini masayarat di daerah tersebut Polibatam merasa terpanggil untuk mengadakan ajang kontes robot yang mana peserta ditujukan untuk tingkat SMK/SMU sederajat. Tujuanya tidak lain adalah untuk menumbuh kembangkan kreativitas dan inovasi para generasi muda penerus bangsa dan tidak terpaku kepada wacana teorotis saja tetapi harus dilatih untuk mengimplementasikan ilmu dan ide ide brilian ke dunia nyata.


Ajang kontes robot ini merupakan contes robot yang diselenggarakan untuk yang ke-4 kalinya, dimana ajang ini di mulai sejak tahun 2009 sukses diselenggarakan oleh tim Divisi Robotika Program Studi Teknik Elektro. PRC 2012 diharapkan mampu menjadi wadah unjuk prestasi dan kreasi dalam dunia robotika. Sehingga nantinya akan bermunculan bibit-bibit unggul calon-calon tim robot masa depan yang akan mewakili Kepri dalam ajang bergengsi di level regional, nasional maupun internasional.
Sumber : BatamPRC
Continue Reading | komentar

Robot Bisa Jalan Jalan Di Pantai

02 Januari 2012

Robot Bisa Jalan Jalan Di PantaiJurnalScience – Sebuah padang pasir di planet yang asing Robot Neurotik C-3PO dalam film Star Wars memiliki bakat yang sangat luar biasa dimana ia mampu untuk mengurangi kesedihannya dengan cara berjalan jalan di pantai yang berpasir lembut. Tetapi itu hanya sebuah animasi dalam sebuah film dan apakah memang benar benar bisa diwujutkan di alam nyata? Sebuah tanda tanya besar tentunya di kepala kita semua.

Berjalan jalan di gurun atau di pantai bagi robot itu akan sangat sulit, karena kedua kaki nya pasti akan tenggelam di dalam pasir dan slip di atas partikel pasir. Hal ini akan mengganggu sistem keseimbangan robot, dimana ia menganggap bahwa hal itu yang di injak adalah permukaan yang keras. Hal ini akan membingungkan ketika informasi dari akselerometer robot menunjukkan kaki robot tersebut yang goyah.

Nah untuk mengatasi permasalahan yang timbul, dan dari hanya sebuah khayalan dalm film, para insinyur yang di pimpin oleh Shunsuke Komizunai dari Jepang Tohoko University di sendai, meneliti bagaimana menyeimbangkan sistem yang bisa menyeimbangkan karakteristik yang tidak biasa seperti di pasir. Untuk melakukannya, mereka membuat satu model kaki robot dengan ukuran yang sama dengan kaki manusia dewasa dan membuat tapak dengan berbagai tingkatan kemudian mengujia dalam sebuah kotak yang penuh pasir untuk mewakili robot robot dengan ukuran yang berbeda. Pada bulan lalu mereka mempresentasikan hasil yang telah mereka kumpulkan dari akselerometer dan sensor lain dalam konfrensi internasional “conference on flow dynamics”

Tim ini berencana akan mensimulasikan robot humanoid yang berjalan di pasir kemudian menyesuaikan kontrol perangkat lunaknya untuk mengatasi berbagai jenis pasir atau tanah yang gembur.

Sumber: The Eighth International Conference on Flow Dynamics
Continue Reading | komentar (2)

Perkawinan Antara Petani dan Robot Merubah Wajah Pertanian

22 Desember 2011

Perkawinan Antara Petani dan Robot Merubah Wajah PertanianJurnalSecienceBicara tentang perkawinan bukan sesuatu yang langka, tetapi berbicara perkawinan petani dan robot mungkin membuat kita heran. Ini bukan lah perkawinan secara harafiah melainkan perkewinan sistem teknologi canggih untuk kemanjuan pertanian. Bicara tentang pertanian pasti orintasi pemikiran kita mengarah kepada petani, Kata David Dourhout Si Empunya Robot Petani  yang mengawinkan robot dan petani.

Masa depan pertanian bukan tentang mendapatkan efisiensi lebih banyak dari masing masing petani tetapi bagaimana petani mengoptimalkan teknologi dan bukan teknologi mengoptimalkan petani. Masa depan pertanian terletak tidak dengan rekayasa genetika benih atau super-pupuk, melainkan dapat datang dalam cara baru untuk menanam, tumbuh dan panen tanaman menggunakan robot bukan traktor,Sehingga mendapatkan hasil yang melimpah dari setiap petak lahan pertanian yang di olah.

Dengan mengintegrasikan teknologi swarm dengan teori permain dan kerjasama robot yang di koordinasikan melalui sensor inframerah, dengan pola itu lah David Dourhout telah membangun sebuah Robot yang disebut Prospero yang dapat menanam benih secara individu dan yang paling menarik adalah robot bisa mengingat dimana dia menanam benih serta memplot bagian bagian yang belum di tanami. Berikut adalah Video dari Robot Tersebut


Prospero hanya awal, kata Dourhout melalui discovery. Dia ingin membangun sebuah robot yang bisa menanam, memelihara dan juga mampu untuk memanen secara mandiri dan yang lebih penting adalah cara yang paling efisien. Robot petani diwaktu senggang juga bisa di fungsikan untuk membantu petani menjaga lahan pertanian dari hama dan Gulma tanpa menggunakan bahan kimia sehingga produk pertanian yang dihasilkan sangat sehat dan hasil panen yang meningkat. Prospero merupakan robot berkaki enam sebagai langkah awal dalam merevolusi sistem pertanian di masa depan, dan ini merupakan Visi dari Dourhout. (JS/D2/11.12.22)

Sumber: DiscoveryNews
Continue Reading | komentar (2)

Metode komputerisasi untuk Pencocokan Gambar dalam Foto, Lukisan, Sketsa

11 Desember 2011

Metode komputerisasi untuk Pencocokan Gambar dalam Foto, Lukisan, Menciptakan Sketsa
Jurnalsecience - Komputer dapat meniru kemampuan manusia untuk menemukan gambar-gambar visual yang mirip, seperti foto-foto air mancur di musim panas dan di musim dingin, atau foto dan lukisan dari katedral yang sama, dengan menggunakan teknik yang menganalisa keunikan gambar, kata peneliti di Carnegie Mellon University School of Computer Science.

Tim peneliti, yang dipimpin oleh Alexei Efros, profesor ilmu komputer dan robotika, dan Abhinav Gupta, asisten peneliti profesor robotika, menemukan bahwa teknik mereka sangat sederhana dilakukan baik pada sejumlah tugas visual yang biasanya komputer tunggul, termasuk sketsa pencocokan mobil dengan foto-foto mobil.

Tim dari Institut Robotika dan Departemen Ilmu Komputer akan mempresentasikan temuannya pada "data-driven keunikan" pada 14 Desember di SIGGRAPH Asia, konferensi  komputer grafis dan teknik interaktif di Hong Kong.

Sebagian besar metode pencocokan komputerisasi untuk gambar - berbeda dengan pencarian gambar berdasarkan kata kunci - fokus pada kesamaan dalam bentuk, warna dan komposisi. Bahwa pendekatan telah terbukti efektif untuk menemukan gambar yang tepat sesuai atau sangat dekat dan aplikasi yang sukses diaktifkan seperti Google Goggles.

Tapi metode-metode bisa gagal total jika diterapkan di domain yang berbeda - foto yang diambil di musim yang berbeda atau di bawah kondisi pencahayaan yang berbeda, atau dalam media yang berbeda, seperti foto, lukisan warna atau hitam-putih sketsa.

"Bahasa lukisan berbeda dari bahasa foto," jelas Efros. "Kebanyakan metode komputer latch ke bahasa, bukan pada apa yang dikatakan."

Satu masalah, kata Gupta, adalah bahwa banyak gambar memiliki elemen yang kuat, seperti langit yang dipenuhi awan, yang mungkin memiliki kesamaan superfisial terhadap gambar lainnya, tapi benar-benar hanya mengalihkan perhatian dari apa yang membuat gambar menarik untuk orang. Dia dan rekan-rekannya hipotesis bahwa itu adalah bukan aspek yang unik dari suatu gambar, dalam kaitannya dengan gambar lain yang dianalisis, yang membedakannya dan itu adalah elemen-elemen yang harus digunakan untuk mencocokkan dengan gambar yang sama.

Pada tingkat piksel, foto patung taman di musim panas atau musim gugur akan terlihat sangat berbeda dari patung yang sama difoto di musim dingin, kata Abhinav Shrivastava, yang memiliki gelar mahasiswa master di bidang robotika dan penulis pertama dari makalah penelitian. Tetapi aspek unik dari patung akan terbawa dari gambar musim panas ke musim dingin gambar, atau dari sebuah foto warna sketsa.

Memperkirakan Keunikan bukanlah tugas yang sederhana. Tim menghitung Keunikan didasarkan pada data yang sangat besar set gambar yang dipilih secara acak. Fitur yang unik adalah mereka yang membedakan satu gambar terbaik dari sisa gambar acak. Dalam sebuah foto seseorang di depan Arc de Triomphe di Paris, misalnya, orang tersebut mungkin adalah sama dengan orang dalam foto lain dan dengan demikian akan diberikan sedikit berat dalam menghitung keunikan. Arc itu sendiri, bagaimanapun, akan diberikan bobot yang lebih besar karena beberapa foto termasuk hal seperti itu.

"Kami tidak mengharapkan pendekatan ini untuk bekerja serta hal itu," diakui Efros. "Kami tidak tahu apakah ini adalah sesuatu seperti bagaimana manusia membandingkan gambar, tapi pendekatan terbaik yang kita telah mampu mencapai."

Selain pencarian gambar otomatis, teknik ini memiliki aplikasi untuk rephotography komputasi - kombinasi dari foto-foto bersejarah dengan zaman modern foto yang diambil dari perspektif yang sama. Dengan menggunakan teknik baru, dimungkinkan dalam banyak kasus untuk menghilangkan kebutuhan untuk rephotography dengan hanya mencocokkan foto bersejarah dengan foto online yang ada yang sesuai dengan perspektif. Demikian pula, teknik ini dapat dikombinasikan dengan GPS koleksi besar-tag foto untuk menentukan lokasi di mana sebuah lukisan tertentu.

Teknik ini juga dapat digunakan untuk merakit sebuah "visual memex" - sebuah kumpulan data yang menggali kesamaan visual dan konteks dari serangkaian foto. Sebagai contoh, para peneliti download 200 gambar Fountain Medici di Paris - lukisan, foto-foto bersejarah dan snapshot terbaru dari berbagai musim dan diambil dari berbagai jarak dan sudut - dan dirakit mereka ke dalam grafik, serta video YouTube yang menunjukkan jalan tertentu melalui data.

Pekerjaan di masa depan termasuk menggunakan teknik ini untuk meningkatkan deteksi obyek untuk visi komputer dan menyelidiki cara untuk mempercepat proses pencocokan komputasi intensif.

Tomasz Malisiewicz, Ph.D. mantan mahasiswa yang sekarang menjadi rekan post-doktoral di MIT, juga adalah anggota tim peneliti. Karya ini didukung oleh Center for Computational Thinking, Kantor Naval Research dan Google.

Continue Reading | komentar (2)

Robot Dengan Kemampuan untuk Perilaku Menipu

13 September 2010

 Livejurnal69-Robot menipu seorang tentara musuh dengan membuat jejak palsu dan menyembunyikan sehingga tidak akan tertangkap. Semua ini terdengar seperti adegan dari salah satu film Terminator, itu sebenarnya skenario percobaan yang dilakukan oleh peneliti di Institut Teknologi Georgia sebagai bagian dari apa yang diyakini pemeriksaan rinci robot pertama penipuan.

Continue Reading | komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2012. Jurnal Secience - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Creative Commons License
Proudly powered by Blogger